Rabu, 23 Juni 2010

20 Robot Cilik Asyik Berjoget

Bisa dibayangkan betapa lucunya ketika 20 lengan robot mekanik menari mengikuti alunan musik Bolero, karya komposer Perancis Maurice Ravel. Ya, rombongan robot Nao yang dikembangkan oleh perusahaan Aldebaran Robotika ini sedang dipamerkan di Shanghai World Expo, China.

Robot dengan berat sekitar 9,5 pound dan tinggi sekitar 23 inch ini dilengkapi dengan x86 AMD Geocode 500 Mhz CPU, memori flash 2 GB, dua speaker, konektivitas WiFi dan Ethernet Port.

Satu robot yang dibanderol harga 10.000 euro ini memiliki 25 gerakan tambahan. Yang berarti dapat melakukan lebih dari sekedar memiringkan kepala, tengok kanan-kiri dan melangkah untuk menunjukkan kemampuan menari.

Rencananya, robot ini akan unjuk gigi di Robocup -ajang pertandingan robot humanoid-, yang tahun ini dihelat di Singapura. Semoga saja mereka mampu asyik berjoget di sana.

Aksi joget robot cilik ini juga bisa disaksikan di YouTube.

sumber: detik.com




Senin, 14 September 2009

5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor

Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.

Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.

Berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:

1. Jaga jarak pandang dari monitor.

Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.

Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.

2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD

Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.

Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.

3. Atur monitor setting

Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.

Misal settingan seperti, 'text' atau 'internet' akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan 'game' atau 'movie' akan terlihat lebih terang saat digunakan.

4. Gunakan kacamata anti radiasi


Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.

Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.

5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala


Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.

Sumber : detikinet.com





Rabu, 02 September 2009

Bos Baru Cisco Terapkan Strategi Cisco 3.0 Trisno Heriyanto

Ingin mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di industri jaringan, Managing Director Cisco Indonesia yang baru -- Sanjay Rohatgi -- siap menerapkan strategi bisnis barunya lewat program Cisco 3.0.

Strategi ini disebut juga sebagai strategi gotong royong, dan mempunyai misi menghubungkan seluruh masyarakat Indonesia melalui sebuah jaringan yang tidak lain adalah internet.

Melihat penetrasi pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, Sanjay percaya dengan mengkolaborasikan beragam teknologi yang dimiliki Cisco akan tercipta
suatu hubungan antar individu yang saling menguntungkan.

"Dengan kolaborasi atau gotong royong dari semua teknologi yang kami miliki, baik itu broadband internet, Cnified Communication, serta managing service yang
baik pasti akan menghasilkan sesuatu yang hebat," ujar Sanjay Rohatgi, Managing Director untuk Cisco Indonesia kepada pers di Midplaza Hotel.

Sanjay pun percaya bahwa 2 hingga 3 tahun ke depan masyarakat dapat saling terhubung melalui device yang dimilikinya. "Facebook ataupun Twiter adalah
contoh nyata kesuksesan Web 2.0. Dengan kolaborasi teknologi yang dimiliki Cisco, para masyarakat akan lebih dapat mendapatkan manfaat dari kehebatan Web
2.0" tambah Sanjay.

Sumber : detikinet.com





 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls